Selasa, 21 Juni 2016

Bali



Bali mempunyai julukan pulau dewata. Mau tahu kenapa bali disebut sebagai Pulau Dewata? Stay tune yah.
Dewa disimbolkan sebagai ajaran Hndu maupun budha. Tentunya kalian tahu kan?,  Dewata juga berarti banyak dewa. Dan dari sini kita bisa menyimpulkan, bahwa bali mayoritas penduduknya adalah agama Hindu. Tapi bukan berarti karena julukan tersebut di daerah asal ku, tidak ada ada agama lain. Melainkan, di bali malah banyak yang beragama islam. Hanya saja, kebudayaan disana masih sanagt kental. Misalnya tak jarang di jalan sering ada upacara ngaben. Ngaben adalah suatu upacara agama Hindu untuk orang yang sudah meniggal. Atau proses kremasi.
Oiya, di bali sendiri untuk sekolah negeri tidak diperbolehkan memakai jilbab. Dan itu salah satu alas an aku dari TK sampai Kuliah selalu memilih sekolah dibawah naungan Muhammadiyah. Organisasi-organisasi Pelajar Islam disana sudsh melakukan aksi ke jalan agar siswi yang beragama islam di sekolah negeri bisa memakai jilbab disana. Ya itulah di sana masih kental akan budaya nya. Tapi disaat sedang beribadah Alhamdulillah kita semua saling menghormati antar umat beragama.
Oiya, di bali terkenal akan pariwisatanya. Seperti Pantai Kuta, Sanur, Bedugul (puncak), Green bowlbeach, dan masih banyak lagi tempat wisata yang bisa kita kunjungi di sana. Tapi akhir-akhir ini di bali terutama di Denpasar tempat asalku sendiri suhunya sangat panas. Mataharinya sangat terik jika siang hari. Gak seperti di Malang. Malang sangat sejuk menurut aku. Tapi macet banget ya di malang.
Dan ini guys beberapa makanan khas bali :
1.       Ayam Betutu : ayam betutu adalah ayam yang dibumbui dengan bumbu kuning serta diberi banyak serai. Dan biasanya disajikan dengan hangat-hangat serta pedas
2.       Sate Lilit : Sate ini beda dari sate ayam biasanya. Karena sate lilit terbuat dari ikan segar yang di fillet dan dibumbui bumbu pedas. Rasanya jangan ditanya, pasti enak.
3.       Rujak Kuah Pindang : Aneka buah-buahan seperti : mangga (muda) , kedondong, jambu, bengkoang. Di campur dengan kuah pindang yaitu air dari rebusan pindang langsung yang di campur dengan cabai dan buah-buahan tersebut. Dan jadilah rujak kuah pindang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar