Bali mempunyai julukan pulau dewata. Mau tahu kenapa bali
disebut sebagai Pulau Dewata? Stay tune yah.
Dewa disimbolkan sebagai ajaran Hndu maupun budha. Tentunya
kalian tahu kan?, Dewata juga berarti
banyak dewa. Dan dari sini kita bisa menyimpulkan, bahwa bali mayoritas
penduduknya adalah agama Hindu. Tapi bukan berarti karena julukan tersebut di
daerah asal ku, tidak ada ada agama lain. Melainkan, di bali malah banyak yang
beragama islam. Hanya saja, kebudayaan disana masih sanagt kental. Misalnya tak
jarang di jalan sering ada upacara ngaben. Ngaben adalah suatu upacara agama
Hindu untuk orang yang sudah meniggal. Atau proses kremasi.
Oiya, di bali sendiri untuk sekolah negeri tidak
diperbolehkan memakai jilbab. Dan itu salah satu alas an aku dari TK sampai
Kuliah selalu memilih sekolah dibawah naungan Muhammadiyah. Organisasi-organisasi
Pelajar Islam disana sudsh melakukan aksi ke jalan agar siswi yang beragama
islam di sekolah negeri bisa memakai jilbab disana. Ya itulah di sana masih
kental akan budaya nya. Tapi disaat sedang beribadah Alhamdulillah kita semua
saling menghormati antar umat beragama.
Oiya, di bali terkenal akan pariwisatanya. Seperti Pantai
Kuta, Sanur, Bedugul (puncak), Green bowlbeach, dan masih banyak lagi tempat
wisata yang bisa kita kunjungi di sana. Tapi akhir-akhir ini di bali terutama
di Denpasar tempat asalku sendiri suhunya sangat panas. Mataharinya sangat
terik jika siang hari. Gak seperti di Malang. Malang sangat sejuk menurut aku.
Tapi macet banget ya di malang.
Dan ini guys beberapa makanan khas bali :
1.
Ayam Betutu : ayam betutu adalah ayam yang
dibumbui dengan bumbu kuning serta diberi banyak serai. Dan biasanya disajikan
dengan hangat-hangat serta pedas
2.
Sate Lilit : Sate ini beda dari sate ayam
biasanya. Karena sate lilit terbuat dari ikan segar yang di fillet dan dibumbui
bumbu pedas. Rasanya jangan ditanya, pasti enak.
3.
Rujak Kuah Pindang : Aneka buah-buahan seperti :
mangga (muda) , kedondong, jambu, bengkoang. Di campur dengan kuah pindang
yaitu air dari rebusan pindang langsung yang di campur dengan cabai dan
buah-buahan tersebut. Dan jadilah rujak kuah pindang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar